Blog Large Image Whole Post < Accurate Accounting
PROGRAM AKUNTANSI TERBAIK DAN TOP BRAND DI INDONESIA: ACCURATE ACCOUNTING DAN RENE POINT OF SALE UNTUK SEMUA JENIS USAHA BISNIS ANDA. HUBUNGI KAMI DI 081318986619, KAMI SIAP UNTUK MEMBANTU ANDA
accurate accounting, point of sale, mesin kasir, sistem akuntansi, program akuntansi, program kasir, program toko, program kasir alfamart, program kasir supermarket, program kasir restoran, program kasir klinik, program kasir apotik, program kasir bengkel, program akuntansi dagang, program akuntansi pabrik, pabrikasi, pajak, perpajakan, dagang, jasa, kontraktor, accouting software, software akuntansi, program pembukuan, accurate business center, accurate online, abc accurate, training accurate, pelatihan accurate, kursus accurate, implementasi accurate accounting, accurate jakarta, accurate jakarta barat, accurate jakarta timur, accurate bekasi, accurate jakarta utara, accurate jakarta selatan, accurate jakarta pusat, accurate bekasi, accurate tangerang, accurate banten, accurate kupang, accurate indonesia, konsultan accurate, konsultan accurate accounting, konsultan point of sale, szeto accurate consultant, training accurate terbaik, jasa training accurate, jasa pelatihan accurate, jasa konsultan accurate, konsultan accurate terbaik, implementor accurate, jasa implementor, jasa implementor terbaik
18956
paged,page-template,page-template-blog-large-image-whole-post,page-template-blog-large-image-whole-post-php,page,page-id-18956,page-child,parent-pageid-1815,paged-66,page-paged-66,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.8.1,wpb-js-composer js-comp-ver-5.1.1,vc_responsive
 

Blog Large Image Whole Post

Memanfaatkan pilihan “GET REVERSAL”di PMR untuk WO dengan beberapa Job

Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana cara melakukan cancel produksi dan mengembalikan bahan baku/WIP kembali ke gudang akibat dari kelebihan atau produksi yang dibatalkan dari satu Nomor WO yang terdiri dari lebih dari 1 Job pada Nomor WO tersebut Di Link berikut ini. Yaitu dengan dengan cara Membuka Modul PMR yang baru dan memilih secara “Manual” item-item bahan baku/WIP yang akan dikembalikan ke gudang, “tanpa” harus klik pada tombol “Get Reversal”

Hal tersebut mungkin tidak terlalu bermasalah dilakukan apabila dalam suatu produksi jarang sekali terjadi kelebihan bahan baku/WIP yang harus dikembalikan, dan kalaupun ada mungkin jumlah dan frekuensi nya sedikit.

Tetapi bagaimana kalau yang terjadi di perusahaan anda dimana hampir setiap produksi dalam satu WO terdapat lebih dari Satu Job dan selalu terdapat kelebihan bahan baku produksi serta jenis dan quantity nya sangat banyak sehingga sangat menyulitkan sekali apabila harus menggunakan cara sebelumnya yaitu dengan memilih secara manual pada Modul Product & Material Result. Tentunya kalau kondisi produksi yang seperti ini, pastinya lebih mudah apabila dapat memanfaatkan dengan klik pada pilihan “GET REVERSAL”

Bagaimana cara untuk memanfaatkan “Get Reversal” untuk proses produksi di mana satu WO terdiri dari lebih dari 1 Job? Ikuti Contoh simulasi berikut ini KLIK DISINI.


0
0

Stopped Production (Penghentian Produksi)

Materi ini adalah kelanjutan dari kasus sebelumnya di Link berikut ini


Pendahuluan Kasus:

Pada tanggal 01 Maret 2014, PPIC membuat Perintah Kerja Biji Bakso, sebanyak 1 batch (1.000 butir) untuk menjaga buffer stok yang sudah mulai berkurang

Pada saat proses produksi terjadilah kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian Manusia, dimana adonan Campuran untuk menghasilkan biji bakso yang sementara dimasak “Tumpah” dan rusak sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dilanjutkan proses produksi untuk batch tersebut, dan sudah tidak ada lagi bahan baku dari proses tersebut yang bisa diselamatkan atau dikembalikan dan dimanfaatkan lagi.
Oleh karena semua bahan baku yang sudah terlanjur diproses musnah, sehingga tidak ada hasil produksi, oleh karena itu tidak perlu dibuatkan Product & Material Result, dan juga, oleh karena proses produksi sudah tidak dapat dilanjutkan lagi maka dilakukan penghentian produksi


Untuk melihat pembahasan Simulasi Kasus Penghentian Produksi (Stopped Production) Klik di Link berikut ini

0
0

KASUS MANUFACTURE: Special Order (Sales Order), Pengambilan Tambahan Material, Cancel Produksi dan Pengembalian Bahan Baku & WIP ke gudang – Lanjutan

Kasus berikut ini adalah Lanjutan kasus dari Kasus sebelumnya Klik di Link ini..


Pendahuluan Kasus

  1. Pada tanggal 01/02/2014, Pelanggan umum melakukan pemesanan Pembelian SO (SO-001) dengan Nomor PO (PO-001), yaitu Paket Biji Bakso Isi 25 Butir 4 Bks @Rp.65.000 & Paket Biji Bakso Isi 50 Butir 4 Bks dengan harga @125.000
  2. Setelah melihat stok maka terdapat kekurangan Masing-masing Item sebanyak 2 Bks (Isi 25 Butir = 2 Bks, dan Isi 50 Butir = 2 Bks) yang harus diproduksi lagi.
  3. Sementara Proses Produksi ternyata ada kemasan dari Isi 25 Butir yang rusak sehingga harus diganti
  4. Secara tiba-tiba Pelanggan melakukan Cancel Pemesanan Terhadap Pembelian Paket Biji Bakso Isi 50 Butir seluruhnya sehingga Proses Produksi untuk Paket Biji Bakso Isi 50 Butir terpaksa dibatalkan dan seluruh bahan baku & WIP untuk Produksi Paket Biji Bakso Isi 50 butir dikembalikan lagi ke gudang (Cancel Produksi Paket Biji Bakso Isi 50 Butir), sementara hasil produksi yang dilakukan sampai Finished hanyalah Paket BIji Bakso Isi 25 Butir

Untuk menyimak Kasus ini silahkan Klik pada Link Download PDF Di bawah iniBerikut ini

0
0

Contoh Simulasi Kasus Manufacture Pabrik Bakso

Pendahuluan Kasus

  1. Adalah pabrik bakso, yg menggunakan hitungan batch dlm produksinya, dimana dalam 1 batch bisa menghasilkan 1.000 butir, bahan-bahan yang diperlukan adalah tepung terigu, daging, air, dll…setelah jadi butir bakso akan dikemas menjadi 1 kantong isi 50 btr dan 25 butir…
  2. Contoh dlm 1 batch membutuhkan, terigu: 10 kg, air: 5 liter, daging: 15 kg yang akan menghasilkan 1.000 butir bakso dan hasil butir ini tidak selalu sama bisa saja menghasilkan hanya 900 butir, karena kemungkin terjadi depresiasi saat produksi akibat sisa adonan yg nempel di mesin, atau tumpahan
  3. Setelah jd 1.000 butir, ada kelanjutan proses untuk kemasan, plastik, stiker, dan print barcode, lalu baru di kemas, kemudian perusahaan menjual bakso dlm satuan pack atau kantong, dan tidak tertutup kemungkinan juga perusahaan dapat menjual per satuan biji bakso yang belum dipacking
  4. Dan pihak management menginginkan laporan laba rugi per jenis produk, dan management membutuhkan HPP perbutir bakso untuk menentukan kebijakan dlm penentuan harga jual
  5. Perusahaan memproduksi barang berdasarkan buffer stok, tetapi tidak menutup kemungkinan juga memproduksi berdasarkan pesanan (Sales Order)
  6. Kebijakan perusahaan tidak mau org produksi mengetahui harga bahan baku, yg boleh tahu hanya komposisi quantity nya saja.

Adapun Inventory Perusahaan ini dijabarkan sebagai berikut

Dan untuk setiap produksi sebanyak 1 batch diperkirakan akan menghasilkan biaya overhead sebesar Rp. 100.000


Ikuti Tahap-tahap Penyelesaikan Kasus Klik Di Link Download PDF Di bawah ini


Download File Database jawabannya, Klik Link Download di bawah ini

0
0

Qty Stok Raw Material Di Gudang yang tidak pasti

Problem

  1. Saat Dibeli Terigu diakui sebagai stok dalam satuan “Karung”, dimana dalam satu karung terdapat 25 “Kg”/Karung. Dengan harga (Rp.2.500/Kg = 25Kg x Rp.2.500 = Rp.62.500/karung) Tetapi pada kenyataannya setelah berada di gudang, berat terigu dalam satu karung selalu tidak selalu tepat 25 Kg tapi ada yang lebih sampai 26 Kg bahkan ada yang kurang hingga 24kg.
  2. Kelebihan kekurangan Kg dalam sebuah karung tersebut tidak kita ketahui sampai terigu tersebut masuk ke proses produksi. Sebagai contoh pada saat terigu keluar dr gudang bahan baku misalkan 1 karung seharusnya adalah 25kg, nah waktu proses produksi terigu-terigu tersebut akan diambil sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan produksi, contohnya 2 Kg, 3 Kg, 5Kg untuk menyesuaikan formulanya, pada saat isi karung tersebut habis disitulah baru ketahui ternyata karung tersebut ternyata berat terigunya:
  • “Tepat” 25 Kg
  • “Lebih atau
  • “Kurang” dari 25kg dengan selisih berat yang bervariasi

Mohon Rekomendasi Bagaimanakah sebaiknya perlakuannya di Accurate? Dimana proses produksinya menggunakan Modul Manufacture, tetapi tidak tertutup kemungkinan juga menggunakan job costing, Apa yang akan terjadi dengan HPP Produksi?


Disini ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk stok seperti ini:

  1. Cara 1: Stok yang tidak pasti part 1  Klik Disini


  1. Cara 2: Stok yang tidak pasti part 2  Klik Disini

0
0

Kasus: Kombinasi HPP (Sales Invoice + Inventory Adjustment/Job Costing)

Sebuah Item yang akan dijual (sale) bisa dijual tersendiri atau juga terkadang harus digabung dengan item lainnya pada saat penjualan. Sebagai Contoh Helm Proyek (perhatikan gambar di sebelah kiri) helm proyek dapat digunakan hanya helm saja, atau harus digabung dengan beberapa item lainnya seperti Face Protection, Senter, Earphone, dll, tertangung lokasi dan situasi pekerjaannya. Misalnya pekerja bawah tanah (tambang) helm nya dapat dilengkapi dengan senter, dan Face protection.

Jenis helm inipun sangat beraneka ragam, baik merk, warna dan ukuran, belum termasuk item tambahannya, seperti Earphone, Face Protection, dan senter, sehingga dari satu jenis saja, dapat terdiri dari ribuan item, itu saja belum ditambah dengan Protection equipment lainnya.

Oleh karena banyaknya Item, maka perusahaan mengeluarkan kebijakan agar tidak melakukan penambahan variasi nama item yang tidak jelas, agar mudah dikontrol. Nama Item yang dibeli, adalah Nama item yang dijual, Sehingga perusahaan membuat kebijakan sebagai berikut :

  1. Tidak boleh Melakukan Create untuk Item Grouping (alasannya akan memperbanyak nama daftar item sehingga lebih sulit untuk dikontrol dan memakan waktu lebih banyak.
  2. Tidak boleh Melakukan Create Nama baru hasil Penggabungan dari (Helm, Earphone, Face Protection, senter) dari proses Job Costing.
  3. Penggabungan Item Helm Proyek beserta bagian-bagiannya akan dilakukan setelah mendapatkan Order Penjualan (SO), apabila dilakukan Cancel SO, terhadap item helm beserta bagian-bagiannya yang sudah digabung akan dipisahkan kembali kepada stok semula.
  4. Saat melakukan pembelian ke supplier masing-masing Item (Face protection, helm proyek, earphone, senter) memiliki harga masing-masing atau berbeda-beda, sedangkan
  5. Harga Item Helm Proyek yang dijual sudah termasuk harga dengan harga item Bagian-bagiannya seperti: Face Protection, earphone, senter, dan lain-lain.

Berikut ini adalah Contoh Kasus Kombinasi HPP dari Sales Invoice + Inventory Adjustment Klik Download PDF Di bawah ini


 

0
0

Import Journal & Undo Import Journal (Laporan Keuangan Konsolidasi)

Apabila anda memiliki perusahaan yang memiliki beberapa cabang, tentunya anda ingin mengetahui laporan keuangan gabungan (Konsolidasi) antara beberapa cabang perusahaan tersebut, misalnya: Laporan Neraca dan Profit & Loss gabungan, tanpa harus menggabungkan semua sumber-sumber transaksinya, seperti: seperti sales Invoice, Purchase invoice, Purchase payment dan lain-lain. Atau dengan kata lain adalah penggabungan “Nilai” antara 2 atau lebih Pembukuan yang tersimpan dalam 2 database atau lebih.

Dan untuk memenuhi kebutuhan ini, maka 2 atau lebih database yang ingin digabung tersebut harus tersedia juga database (GDB) masing-masing database tersebut entah itu digabung dalam computer local maupun remote, tetapi cara yang paling aman adalah melakukan “Copy” database-database tersebut sehingga file-file hasil copy tersebutlah yang akan dikonsolidasi dan setelah melakukan konsolidasi dan mendapatkan informasi laporan keuangan gabungan, maka database hasil copy tersebut segera “Dihapus” dan tidak digunakan lagi.

Mengapa harus dihapus? Karena pada dasarnya database-database tersebut hanya digabung “Nilai” nya saja, tanpa membawa sumber transaksinya sehingga pastinya antara sumber transaksi dan laporan transaksi akan berbeda.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak simulasi membuat Import Journal untuk melakukan penggabungan/konsolidasi laporan keuangan  import journal, Klik di Link Download PDF Di bawah ini


0
0